<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Selamat Datang di SMPN 46 JAKARTA SELATAN</title> 
				<description></description>
				<link>https://smpn46jkt.sch.id</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>4 Teknologi yang Bakal Bertahan Sampai 2030</title>
						                <link>https://smpn46jkt.sch.id/berita/detail/4-teknologi-yang-bakal-bertahan-sampai-2030</link>
						                <description>Perkembangan teknologi telah mengantarkan berbagai perangkat yang lebih kecil, cepat dan tangguh ke dalam genggaman tangan. Ada juga yang telah ditinggalkan atau digantikan teknologi lain, seperti sebuah floppy disk.  
Selain teknologi yang ditiggalkan, ada juga beberapa teknologi yang diprediksi akan tetap bertahan sampai puluhan tahun ke depan. Seperti dilansir Live Science, Sabtu (18/8/2012), berikut empat teknologi yang diprediksi akan bertahan sampai 2030.

1. Papan Ketik QWERTY
Teknologi untuk melakukan input telah semakin banyak, ada voice recognition, handwriting recognition dan gesture control. Ini diperkiraka akan semakin akurat dan populer dalam dua dekade ke depan. Namun, sampai nanti ditemukan cara input teks menggunakan kendali pikiran, metode mengetik akan tetap sebuah metode menyusun teks yang paling akurat.
Kehadiran papan ketik di tablet dan telefon genggam memang semakin terancam, namun layout QWERTY yang sejak dulu digunakan akan terus hidup.

2. PC
Beberapa orang berpendapat kita sedang memasuki zaman pasca PC. Pasalnya kini orang semakin sering menghabiskan waktu menggunakan smartphone dan tablet ketimbang menggunakan komputer desktop tradisional berbasis Windows atau Mac.
Namun di sisi lain, ketika sudah waktunya menggarap pekerjaan yang benar-benar serius, terutama yang melibatkan multitasking, PC masih merupakan perangkat yang  paling bisa diandalkan.
 
Pada 2030, ukuran serta bentuk PC mungkin akan berubah. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa dengan adanya prosesor berotak empat, telefon genggam dan tablet menjelma menjadi PC. Tetap saja, apapun faktor yang mempengaruhi, pengguna yang fokus pada produktivitas akan membutuhkan sebuah komputer utama dengan kemampuan proses yang tinggi dan sanggup multitasking.
 
3. USB Ports
Sekarang telah lebih dari 15 tahun sejak USB pertama kali diperkenalkan dan kita akan sulit membayangkan hidup tanpa USB. Ini hampir menjadi sebuah standar untuk membuat Anda bisa menransfer data dan menghubungkan dengan berbagai hal seperti papan ketik atau harddisk eksternal. Beberapa orang berpendapat bahwa standar seperti Thunderbolt dari Intel akan menandingi USB, tapi mereka tidak memiliki dasar instalasi untuk menandingi USB. Standar ini diprediksi akan semakin berkembang ke depannya.

4. Uang Tunai
Ada beberapa perdebatan mengenai apakah kartu kredit dan debit akan sepenuhnya digantikan oleh sistem pembayaran mobile dalam beberapa tahun ke depan. Walau bagaimanapun, uang tunai tampaknya akan tetap dibawa meski pada 2030.
 
Pasalnya di era informasi ini, membayar dengan uang tunai adalah cara terbaik untuk membuat pembelian yang Anda lakukan tetap anonim dan pribadi. Selain itu, uang kertas memiliki perlindungan terbaik dalam melawan pencuri indentitas karena orang yang menerima pembayaran tidak harus mengetahui nama Anda.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Es Teler, Sejarahmu Dulu dan Kini</title>
						                <link>https://smpn46jkt.sch.id/berita/detail/es-teler-sejarahmu-dulu-dan-kini</link>
						                <description>Es Teler adalah minuman es berisi potongan buah alpukat, kelapa muda, nangka matang, dan santan kelapa encer dengan pemanis berupa sirup. Es yang dipakai bisa berupa es serut atau es batu.

Variasi lain es teler berisi cincau, kolang-kaling, dan pacar china, potongan buah apel, pepaya, sawo, melon, roti, dan agar-agar, hingga es teler menjadi sulit dibedakan dengan es campur.

Es Teler adalah jenis Kuliner yang murni "Fresh from Nature", Tanpa diolah, hanya dipotong dan dibersihkan, lalu di beri kuah rasa sesuai selera dan di minum/makan dingin. Sehingga kandungan Gizi yang terdapat dalam buah yang dipakai otomatis masih baik. Es Teler --> recomended deh sebagai makanan penutup dibanding makanan penutup olahan.

Sejarah Es Teler

Es teler diciptakan Tukiman Darmowijono, pedagang es campur dengan gerobak di Jalan Semarang Jakarta Pusat pada tahun 1980-an. Es campur kreasi Tukiman begitu enak sehingga anak-anak muda yang meminumnya mengaku keenakan seperti "teler" akibat mengkonsumsi narkoba. Es kelapa muda bercampur alpukat yang dijual Tukiman di Jalan Semarang kemudian dikenal sebagai "es teler."

Kepopuleran es yang bikin teler makin mencuat berkat promosi dari mulut ke mulut dan liputan media massa. Pembeli yang datang bermobil menimbulkan antrian parkir mobil yang dirasakan penduduk Jalan Semarang dan sekitarnya sebagai pengganggu ketenangan. Es teler Tukiman harus pindah ke Jalan Pegangsaan Barat dan kemudian ke dalam kompleks bioskop Megaria. Kedai es teler Tukiman di kompleks bioskop Megaria sekarang bernama kedai ayam bakar dan es teler Sari Mulia Asli.

Waralaba nasional Es Teler 77 Juara Indonesia didirikan Sukyatno Nugroho, setelah sang mertua bernama Ny Murniati Widjaja menjuarai lomba es teler nasional di tahun 1982. Gerai Es Teler 77 yang pertama terdapat di pertokoan Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat. Di gerai Es Teler 77 juga tersedia berbagai makanan pendamping seperti mi bakso dan nasi goreng. Di luar negeri, gerai Es Teler 77 terdapat di Australia, Malaysia, dan Singapura.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Semur, Aslinya dari Belanda</title>
						                <link>https://smpn46jkt.sch.id/berita/detail/semur-aslinya-dari-belanda</link>
						                <description>Jangan merasa tidak terima jika dikatakan bahwa semur adalah hidangan Belanda. Sebab, di balik semur memang ada riwayat nusantara, bukti bagaimana silang budaya terjadi antara Indonesia dan Eropa, demikian menurut ahli kajian budaya Dr phil Lily Tjahjandari.

Percaya tidak, Indonesia ternyata sudah meramu berbagai makanan dengan berbagai jenis rempah sejak abad pertama. Hal ini terjadi karena posisi Indonesia terletak di tengah jalur perdagangan dunia.

Kekayaan rempah Indonesia ini lalu mengundang berbagai bangsa untuk datang dan mengeksplorasi citarasa rempah. Diawali dengan kedatangan pedagang India pada abad 1-7, dan diikuti oleh pedagang China dan Arab. Perdagangan rempah kemudian membuka jalan ekspansi masif bangsa Eropa pada abad 16-19. Mereka menjelajah wilayah Indonesia untuk menemukan rempah-rempah, dan memulai terjadinya interaksi budaya kuliner antara Eropa dan Indonesia.

"Sebelumnya, penguat rasa makanan Eropa hanya terbatas pada tomat, ceri, bawang bombai, madu, atau wine," ungkap Lily, yang juga Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Orang Eropa lalu mendapatkan inspirasi untuk menggunakan berbagai rempah Asia untuk mengolah makanan Eropa.

Nah, ketika keahlian meramu bumbu khas Indonesia seperti lada, kayu manis, jahe, kemiri, cengkeh itu berpadu dengan teknik memasak bangsa Eropa, hadirlah hidangan unik seperti semur. Semur sendiri asalnya dari bahasa Belanda, smoor, yang artinya masakan daging yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan.

"Ketika itu, orang Eropa yang bisa memasak dengan rempah-rempah dianggap sebagai kalangan aristokrat. Hidangan semur ini diterima dengan baik oleh lidah kaum priyayi Belanda, dan menjadi menu rijsttafel," kata Lily, saat talkshow bertema "Semur, Turun-Temurun Menghangatkan Hati Keluarga Indonesia" di Restoran Warung Daun, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Rijstaffel merupakan konsep penyajian makanan lengkap ala restoran di Eropa, yang diawali dengan hidangan pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup. Namun hidangan yang disajikan bukan hidangan Eropa, melainkan menu Indonesia dimana nasi sebagai makanan utama dinikmati dengan lauk-pauk.

Sebenarnya, semur itu sendiri bukan makanan asli Belanda. Semur, menurut pakar kuliner Chef Ragil Imam Wibowo, merupakan persepsi bangsa Indonesia dari hidangan tradisional Belanda yang bernama hachee. Hachee merupakan hidangan daging rebus yang dipotong-potong, kadang-kadang juga menggunakan ikan, burung, dan sayuran. Bumbu dasarnya adalah bawang dan rasa asam (biasanya didapat dari cuka atau wine). Cengkeh dan daun salam lalu ditambahkan ke dalam kuah kaldunya yang kental.

Hachee kelak menjadi trigger untuk hidangan semur. Dalam versi Indonesia, semur ini menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, dengan tambahan berbagai rempah lain untuk menguatkan rasa, seperti ketumbar, pala, lada, cengkeh, dan kayu manis. Semur lalu menjadi istimewa karena menggunakan kecap sebagai penguat rasa manis yang legit, dan memberi warna coklat yang menggugah selera.

"Kecap itu idenya ketika orang Indonesia berimajinasi bagaimana membuat warna coklatnya. Pada hachee, warna coklat didapat dari brownstock, yaitu kaldu dari tulang sapi yang dibakar. Orang Indonesia lalu mencari, apa yang kira-kira bisa memberi warna dan rasa yang diinginkan," ujar Chef Ragil dalam acara yang sama.

Semur kemudian melekat menjadi tradisi bangsa Indonesia., dan menjadi menu favorit setiap keluarga Indonesia. Menu ini hadir dengan inovasi bumbu dan topping yang beraneka ragam. Jika awalnya semur identik dengan daging sapi, Anda bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, terong, dan bahkan ikan. Dan semuanya lezat!


</description>
					                </item><item>
						                <title>Laksa Betawi yang Menggugah Selera</title>
						                <link>https://smpn46jkt.sch.id/berita/detail/laksa-betawi-yang-menggugah-selera</link>
						                <description>Makanan khas betawi yang satu ini memang sudah agak jarang bisa ditemui. Namun bukan berarti punah. Di beberapa lokasi tertentu, anda masih bisa menemukan Laksa betawi. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu Laksa Betawi, Laksa betawi adalah Penganan berjenis mie yang diberi bumbu. Laksa Betawi memiliki kuah berwarna kekuningan. Campuran udang rebon yang ada dalam kuah laksa, membuat rasanya menjadi segar dan di padu aroma khas udang.

Selain itu, Makanan ini menggunakan Ketupat. Isi dari ketupat laksa betawi adalah irisan ketupat, telur, kemangi, tauge. kucai, bihun, perkedel, dan bawang goreng, serta kuahnya yang kental dengan taburan udang kering. Namun ada yang bilang bahwa Bihun dan perkedel hanya variasi tambahan dari laksa, bukan bawaan asli nya.

Cara lain untuk menikmati Laksa adalah menggunakan Semur betawi. Paduan rasa manis pada semur, tentu nya akan menambah rasa gurih di lidah. Namun hal ini bukan suatu keharusan. Tergantung selera masing-masing.

Cara mengolah Laksa Betawi

Mengolah laksa betawi susah-susah gampang. Bumbunya sederhana, terdiri dari kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, jahe, jintan, lada, temu kunci, serta dua kilogram udang rebon. Semua bumbu dihaluskan dengan lumpang lalu ditumis dan dicampur dengan santan cair.

Bumbu baru ditambahkan dengan santan kental. Proses ini dilakukan sampai tiga kali. Sejak dahulu hingga sekarang. Dengan proses yang agak rumit, tidak aneh kalau makanan ini jadi agak langka. Orang maunya langsung jadi tanpa memikirkan cara pembuatannya.

</description>
					                </item><item>
						                <title>Pasar Tiban Kalibata Selalu Ramai Pengunjung</title>
						                <link>https://smpn46jkt.sch.id/berita/detail/pasar-tiban-kalibata-selalu-ramai-pengunjung</link>
						                <description>Jakarta - Pasar tiban, atau pasar musiman, istilah untuk menjelaskan pasar yang musiman, tidak punya tempat menetap. Ada juga istilah pasar malam, pasar tumpah atau pasar kaget. Biasanya pasar ini mengambil waktu tertentu misalnya: bulan puasa, atau hari tertentu yang libur. Pasar tiban di Kalibata ‘buka’ tiap hari minggu.

Bermacam-macam barang dijajakan, mulai dari pakaian, mainan anak-anak, sepatu, tas, tanaman hias, jajan pasar, peralatan rumah tanggga, sprei, parfum, buku dan majalah bekas, pigura, dll. Semua dengan harga murah. Pasar ini mengambil tempat sepanjang jalan dari menuju Stasiun Kalibata sampai depan STEKPI, samping periumahan DPR RI Kalibata.

Pasar ini awalnya tidak begitu ramai. Waktu itu setiap hari minggu di danau Taman Makam pahlawan (TMP) Kalibata banyak orang yang melakukan olah raga pagi. Muda-mudi paling banyak. Hukum ekonomi berjalan, di mana ada keramaian selalu ada yang menggunakan peluang. Maka ada orang jualan bubur ayam, lontong sayur, ketoprak dan lainnya. Mengambil tempat sempit di depan gerbang parkir TMP.

Lama-lama ada yang berjualan pakaian, mainan, poster, dan lainnya. Semakin banyak yang berjualan dan mengambil tempat di sepanjang jalan depan TMP. Di sini mulai ada masalah, kemacetan. Mungkin karena pengunjung semakin banyak, membuat kemacetan, pasar ‘dipindah’ ke dalam. Hingga sekarang. Sebenarnya tidak tahu dipindah atau pindah sendiri, mungkin pihak berwenang berprinsip, yang penting tidak mebuat jalan macet.

Jadilah seperti sekarang, pasar tiban menjadi hiburan sendiri untuk warga Kalibata, Pancoran, Pasar minggu dan sekitarnya. Tempatnya yang relatif jauh dari jalan raya, masih hijau, memang enak buat jalan-jalan. Setelah lelah jalan-jalan melihat-lihat barang, tersedia berbagai warung yang meyediakan berbagai menu, tinggal pilih: Nasi uduk, lontong sayur, nasi rames, mendowan, bubur ayam, pecel lele, warung Padang, warung Sunda. Juga minuman, ada es tebu, Es Teh, es buah.

Penasaran, sempatkan hari muingggu ke Kalibata. Tersedia angkutan dari berbagai arah: Dari Blok M, naik Kopaja 57, Dari Cililitan kopaja 57/ Metrimini 64, dari Kampung melayu dan Pasar Minggu naik M16, dari Manggarai naik Metromini 62. Jangan lupa ajak keluarga, sekalian makan bersama di hari Minggu.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>